Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2013

Lebih Baik Jadi Blogger Daripada Jadi Koruptor

Koruptor sudah menjadi hal paling seru dibicarakan baru-baru ini. Bagaimana tidak? pelaku koruptor semakin meningkat (lebih banyak) saja. Bahkan sepertinya kemampuan mereka menjadi koruptor semakin lebih baik dan hebat tak terduga. Namun apalah daya masyarakat kita, apalagi saya yang hanya jadi seorang blogger pemula, yang hanya bisa menuliskan kekesalan ini melalui tulisan yang tak pernah dibaca hati para pelaku koruptor.
Daripada Jadi Koruptor
 Lebih Baik Jadi Blogger Daripada Jadi Koruptor

Menjadi lebi baik bukan prioritas utama seorang koruptor masa kini, mereka hanya terobsesi dengan kekayaan untuk men-jadi banyak uang dan harta daripada melayani masyarakat. Tentu saja ini berlawanan dengan kampanye-kampanye politik saat pemilihan itu dilaksanakan. Inilah yang disebut penipuan terhadap masyarakat. penipuuuuuuuu !!!! #Geramku.

Pantas saja Blogger secara prinsip memiliki pandangan buruk terhadap koruptor. Seperti halnya dikutip dalam sebua forum diskusi para blogger. Mereka menyatukan pendapat " Saya Lebih Baik Jadi Blogger Daripada Jadi Koruptor". "wuiisss" maju blogger ! ... merdeka :D

Kumandangkan  : Puisi tentang  "Saya Lebih Baik Jadi Blogger Daripada Jadi Koruptor" adalah karya Septa Fariza - SMP Negeri 2 Semarang dan saya sedikit menambahkan beberapa kata ciri khas blogger...

Koruptor. . .Kau sangat menyengsarakan
Kau membiarkan rakyat menderita
Kau membiarkan rakyat terlantar
Lebih baik berhentilah jadi koruptor !!!

Hey Koruptor
Apakah kau tidak menyadari ?
Perbuatanmu merugikan orang lain
Juga merugikan dirimu sendiri
Lebih baik jadi Blogger saja !!!

Koruptor adalah bedebah
Kau adalah sampah masyarakat
Kau adalah tikus yang memakan uang rakyat
Dan aku lebih baik jadi Blogger

Koruptor Apakah kau akan terus begini
Menjalani hidup seperti ini
Tidak memikirkan orang lain
Jadilah lebih baik untuk bangsa

Koruptor Semoga kau sadar
Atas perbuatanmu sendiri
Semoga, di negeriku ini
Tak ada koruptor lagi

Saya lebih baik jadi blogger
Lebih teramat baik menulis
Sangat baik jadi seorang blogger
Daripada saya menjadi koruptor...


Memang tidak mudah menjadi lebih baik jika tidak ada ketulusan. Koruptor akan tetap merajalela di tana air indonesia ini, selama pikiran dan kemunafikan serta keserakaan dalam hati setiap pemimpin belum juga di "delete". Delete? ya benar, dihapus !!! Bagaimana caranya? nah itu dia yang harus kita bahas bersama.

Bagaimana Men-Jadi Lebih Baik Daripada Jadi Koruptor ?

Jadi Lebih Baik Daripada Jadi Koruptor
Jadi Lebih Baik

Saya bukan seorang dokter juga bukan Tuhan yang mampu mengubah hati setiap manusia seperti para koruptor. Namun saya mengajak setiap kita agar bisa memiliki kepribadian yang lebi baik daripada jadi koruptor yang merugikan masyarakat.

Cara pertama untuk menjadi lebih baik adalah dengan menanamkan pendidikan yang baik untuk setiap generasi penerus bangsa ini. Mari tanamkan dalam hati dan tepat didalam hati bukan hanya dibibir belaka. Karna sudah saatnya koruptor dimusnakan bibit2nya agar kesengsaraan masyarakat kita berhenti sampai disini.

Walaupun tidak ada obat khusus dalam hal ini. Namun saya yakin dengan penanaman dan didikan sejak dini maka akan sangat berarti untuk menumbuhkan rasa budi pekerti bagi penerus bangsa.

Kami selaku blogger akan berupaya menjadi lebih baik daripada jadi koruptor
Lebih baik kami menulis yang baik
daripada jadi koruptor Yang busuk

Dan selanjutnya adalah giliran sudara/i yang membaca ini. Apakah mau jadi koruptor? atau menjadi lebih baik. so simple aja. Katakan dalam hati anda semua "SAYA LEBIH BAIK JADI ... Daripada Harus Jadi Koruptor".

Jangan lupa Share ya :)

Jumat, 23 November 2012

kepala BPBD Nias Selatan ditahan karna Korupsi

Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menahan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Selatan Arototona Mendrofa. Dia ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana tanggap darurat bencana alam.

"Hari ini kita telah melakukan penahanan terhadap yang merupakan Kepala BPBD Nias Selatan yang merupakan tersangka tindak pidana korupsi dalam penanggulangan bencana alam di Kecamatan Mazo, Nias Selatan," kata Kasi Penkum Kejati Sumut Marcos Simaremare.

Dia memaparkan, Arototona ditahan di Rutan Tanjung Gusta. Penahanan dilakukan karena ada kekhawatiran tersangka mengulangi tindak pidana, karena masih ada proyek yang masih berjalan.

"Kita juga khawatir tersangka bebas akan menghambat penyidikan. Untuk mempercepat dan mempermudah pemeriksaan, kami memutuskan penahanan," ucap Marcos.

Arototona Mendrofa ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyelewengkan anggaran bencana alam di Kecamatan Mazo, Nias Selatan. Anggaran yang dialokasikan dinilai tidak sesuai peruntukannya.

Namun, kerugian negara akibat penyimpangan dana itu masih dihitung. "Kerugiannya baru diketahui setelah audit. Total anggaran bantuan itu sebesar Rp 5 miliar," jelas Marcos.

Arototona Mendrofa dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 9 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001.

Selain tersangka, penyidik juga telah memeriksa sekitar 25 saksi untuk membongkar kasus ini. Masih Arototona Mendrofa yang jadi tersangka, namun tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lain. "Bergantung perkembangan penyidikan nantinya," sebut Marcos.

Sementara itu, Arototona Mendrofa menyatakan menerima penahanan dirinya. Namun, dia merasa anggaran bencana di Nias Selatan sudah disalurkannya dengan benar dan sesuai dengan rasa kemanusiaan. "Saya siap menjunjung tinggi hukum. Saya taat hukum. Tentu setiap orang membela diri, Tapi dalah hal ini kita tunggu proses hukumnya, biar hakim yang menentukan," ucapnya.